- Presiden Prabowo Lantik Suahadil Nazara Sebagai Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
- Pelayanan PDAM Unit Cikande dikeluhkan, Konsumen Tiga Hari Tanpa Air, Saat Laporan Terkesan Diabaikan.
- Dua Mobil Operasional MBG Bernopol Sama di Lebak, Viral dan Jadi Sorotan.
- Dugaan Manipulasi Titik Dapur MBG Banten, Kerugian Pengelola Capai 1,5 Miliar
- Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Anak Krakatau, Pijar, Semoga Segera Ditemukan Dalam Keadaan Selamat.
- Kasus Hilangnya Kakak Beradik Di Banyuasin Terungkap, Dua Tahun Pencarian Berakhir Dengan Kenyataan Sedih.
- Bobol Warung Dini Hari, Empat Pelaku Curhat dan Penadah Ditangkap Polda Banten
- KASUS PENCULIKAN AKTIVIS UUN SELESAI DENGAN KEADILAN RESTORATIF, KUASA HUKUM KETUA DPRD LEBAK BERI APRESIASI LUAR BIASA
- Kasus Dugaan Penculikan Aktivis Uun Selesai Dengan Keadilan Restoratif, Empat Tersangka Bebas
- Warga Perumahan Puri Teratai RW 03 Tunjukkan Kepedulian, Galang Dana untuk Korban Gempa NTT
Damkar Pemkab Lebak Evakuasi Ular Sanca Masuk Pemukiman Padat Penduduk Di Rangkasbitung
PEMRED : Iyan Baduy
LEBAK - info fakta news, Team Damkar Pemerintah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, evakuasi ular sanca yang masuk ke pemukiman yang padat penduduk di Kp. Kalimati RT.001, RW. 002 Kelurahan Muara Ciujung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, pada Kamis (24/10/24).
Ular sanca dengan Bobot 10 kg dan panjang 3 m ini sebelumnya diketemukan Ade Sumarna di belakang rumah di kandang ayam miliknya pada saat dirinya akan memberi makan ayam peliharaannya.
Pada saat Ade akan memberi makan ayam di kandang tidak ada satu ekorpun ayam miliknya, ternyata 4 ekor ayam sudah habis di lahap seekor ular sanca, terlihat perut ular sanca kembung.
Team Damkar Pemkab Lebak yang turun kelokasi untuk mengevakuasi ular sanca dipimpin Danton Ahmad Rifai, Danru Ajo serta dua anggota Paris dan Anggi.
Hasil pantauan dilapangan kemungkinan ular sanca tersebut berasal dari sekitar rawa yang saat ini banyak di tumbuhi eceng gondok tidak jauh dari ditemukannya ular sanca tersebut.
Rawa yang terletak dikampung Kalimati ini diduga kurang terkontrol dinas terkait bahkan terkesan tidak terawat, hal ini dapat dilihat dari kondisi rawa yang banyak di tumbuhi tanaman liar.
(Red)






