- Presiden Prabowo Lantik Suahadil Nazara Sebagai Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
- Pelayanan PDAM Unit Cikande dikeluhkan, Konsumen Tiga Hari Tanpa Air, Saat Laporan Terkesan Diabaikan.
- Dua Mobil Operasional MBG Bernopol Sama di Lebak, Viral dan Jadi Sorotan.
- Dugaan Manipulasi Titik Dapur MBG Banten, Kerugian Pengelola Capai 1,5 Miliar
- Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Anak Krakatau, Pijar, Semoga Segera Ditemukan Dalam Keadaan Selamat.
- Kasus Hilangnya Kakak Beradik Di Banyuasin Terungkap, Dua Tahun Pencarian Berakhir Dengan Kenyataan Sedih.
- Bobol Warung Dini Hari, Empat Pelaku Curhat dan Penadah Ditangkap Polda Banten
- KASUS PENCULIKAN AKTIVIS UUN SELESAI DENGAN KEADILAN RESTORATIF, KUASA HUKUM KETUA DPRD LEBAK BERI APRESIASI LUAR BIASA
- Kasus Dugaan Penculikan Aktivis Uun Selesai Dengan Keadilan Restoratif, Empat Tersangka Bebas
- Warga Perumahan Puri Teratai RW 03 Tunjukkan Kepedulian, Galang Dana untuk Korban Gempa NTT
Diduga Tidak Dirujuk Meski Persalinan Sungsang, Pasangan Suami Istri di Maja Keluhkan Pelayanan Puskesmas
PEMRED : Iyan Baduy
LEBAK - Info Fakta News
Pasangan suami istri warga Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, menyampaikan kekecewaannya terhadap pelayanan yang mereka terima saat proses persalinan di UPTD Puskesmas Maja beberapa waktu lalu.
Maslihah, ibu yang menjalani persalinan tersebut, mengaku melahirkan dalam kondisi sungsang atau posisi janin tidak berada pada posisi kepala di bawah sebagaimana persalinan normal pada umumnya. Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya menjadi pertimbangan untuk dilakukan rujukan ke rumah sakit.
Saat diwawancarai wartawan pada Rabu, 24 Juni 2026 Maslihah menceritakan bahwa dirinya datang ke Puskesmas Maja pada malam Jumat untuk menjalani pemeriksaan menjelang persalinan.
"Saya datang ke Puskesmas Maja malam Jumat. Saat diperiksa oleh bidan, saya mendengar percakapan mereka. Bidan yang memeriksa mengatakan kepada rekannya bahwa yang terasa bukan kepala, tetapi seperti jari kaki. Saya mendengar mereka seperti kaget dan berbisik-bisik dengan rekannya, tetapi tidak memberitahukan kepada saya," ujar Maslihah.
Menurutnya, saat itu dirinya mulai merasakan firasat yang tidak biasa karena pengalaman kehamilan tersebut berbeda dengan dua persalinan sebelumnya.
"Saya merasa ada firasat yang tidak enak, tidak seperti biasanya. Karena ini adalah anak ketiga yang akan saya lahirkan," katanya.
Maslihah menjelaskan bahwa sejak sekitar pukul 05.00 WIB dirinya mulai merasakan kontraksi yang menurutnya berbeda dari pengalaman persalinan sebelumnya. Ia kemudian melahirkan sekitar pukul 07.00 WIB.
"Saya melahirkan dalam keadaan sungsang. Kaki yang keluar terlebih dahulu, sedangkan kepala belakangan. Yang paling lama keluar itu bagian kepala, kurang lebih 15 sampai 20 menit baru keluar," tuturnya.
Maslihah mengaku sangat terpukul atas peristiwa tersebut dan mempertanyakan alasan dirinya tidak dirujuk ke rumah sakit sejak awal setelah diketahui adanya indikasi persalinan sungsang.
"Saya sangat sedih. Kalau memang kondisinya sungsang, kenapa tidak dirujuk ke rumah sakit? Menurut saya seharusnya dilakukan tindakan di rumah sakit," katanya.
Hal senada disampaikan suaminya, Dudin, yang mengaku menyaksikan langsung proses persalinan istrinya di Puskesmas Maja.
"Benar, istri saya melahirkan dalam keadaan sungsang dan saya melihat langsung proses persalinannya," ujar Dudin.
Menurut Dudin, dirinya melihat proses penanganan yang dilakukan oleh beberapa tenaga kesehatan saat itu dan merasa tidak tega melihat kondisi yang terjadi.
"Saya sangat menyayangkan kenapa tidak dirujuk atau dilakukan penanganan di rumah sakit apabila memang peralatan atau fasilitas di puskesmas tidak memadai untuk kondisi seperti itu," katanya.
Dudin berharap apabila terdapat pelanggaran terhadap prosedur atau ketentuan pelayanan kesehatan, hal tersebut dapat ditindaklanjuti oleh pihak berwenang agar kejadian serupa tidak kembali dialami oleh pasien lain di kemudian hari.
"Saya berharap ada evaluasi dan pertanggungjawaban apabila memang ditemukan adanya pelanggaran, supaya kejadian seperti ini tidak terjadi lagi kepada pasien yang lain," ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala UPTD Puskesmas Maja belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan. Nomor telepon yang dihubungi dalam keadaan tidak aktif, sementara pesan yang dikirim belum memperoleh balasan.
HKZ






