- Presiden Prabowo Lantik Suahadil Nazara Sebagai Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
- Pelayanan PDAM Unit Cikande dikeluhkan, Konsumen Tiga Hari Tanpa Air, Saat Laporan Terkesan Diabaikan.
- Dua Mobil Operasional MBG Bernopol Sama di Lebak, Viral dan Jadi Sorotan.
- Dugaan Manipulasi Titik Dapur MBG Banten, Kerugian Pengelola Capai 1,5 Miliar
- Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Anak Krakatau, Pijar, Semoga Segera Ditemukan Dalam Keadaan Selamat.
- Kasus Hilangnya Kakak Beradik Di Banyuasin Terungkap, Dua Tahun Pencarian Berakhir Dengan Kenyataan Sedih.
- Bobol Warung Dini Hari, Empat Pelaku Curhat dan Penadah Ditangkap Polda Banten
- KASUS PENCULIKAN AKTIVIS UUN SELESAI DENGAN KEADILAN RESTORATIF, KUASA HUKUM KETUA DPRD LEBAK BERI APRESIASI LUAR BIASA
- Kasus Dugaan Penculikan Aktivis Uun Selesai Dengan Keadilan Restoratif, Empat Tersangka Bebas
- Warga Perumahan Puri Teratai RW 03 Tunjukkan Kepedulian, Galang Dana untuk Korban Gempa NTT
Grup 1 Kopassus Gelar Gerakan Pangan Murah Dukung Program SPHP Beras
PEMRED : Iyan Baduy
SERANG - info fakta news
Dalam rangka mendukung Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Beras yang digelar serentak di seluruh Indonesia, Grup 1 Kopassus melaksanakan Gerakan Pangan Murah di Stadion Heroic Grup 1 Kopassus, pada Jumat (18/7/2025).
Program SPHP Beras merupakan inisiatif pemerintah yang melibatkan sejumlah BUMN, seperti Perum Bulog, PT Pos Indonesia, ID Food, PTPN, dan Pupuk Indonesia Holding Company. Beras SPHP dikemas dalam ukuran 5 kilogram dan dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, sebagai upaya menekan gejolak harga dan menjaga daya beli masyarakat.
Komandan Grup 1 Kopassus, Kolonel Inf Amril H. Tehupelasury, S.I.P, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan Kopassus terhadap program pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.
“Program ini sangat baik untuk membantu warga di sekitar Grup 1 Kopassus. Ini adalah wujud dukungan kami terhadap ketahanan pangan nasional, sekaligus menjamin keterjangkauan pangan bagi masyarakat,” ujar Kolonel Amril.
Ia menambahkan bahwa SPHP Beras tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengendalian harga, tetapi juga sebagai alat penting dalam perlindungan sosial dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Beras yang mudah dijangkau akan membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga. Ini berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, terutama mereka yang berpendapatan rendah,” tandasnya.
Kolonel Amril, lulusan Akademi Militer tahun 2002, berharap Gerakan Pangan Murah ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
“Dengan adanya program SPHP ini, masyarakat dapat lebih mudah mengakses beras dengan harga terjangkau. Semoga kebutuhan pokok sehari-hari dapat terpenuhi dengan baik dan memberikan dampak nyata,” pungkasnya.
Gerakan Pangan Murah ini menjadi bukti sinergi antara TNI dan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional serta mendukung kesejahteraan masyarakat.
(Red)






