- Presiden Prabowo Lantik Suahadil Nazara Sebagai Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
- Pelayanan PDAM Unit Cikande dikeluhkan, Konsumen Tiga Hari Tanpa Air, Saat Laporan Terkesan Diabaikan.
- Dua Mobil Operasional MBG Bernopol Sama di Lebak, Viral dan Jadi Sorotan.
- Dugaan Manipulasi Titik Dapur MBG Banten, Kerugian Pengelola Capai 1,5 Miliar
- Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Anak Krakatau, Pijar, Semoga Segera Ditemukan Dalam Keadaan Selamat.
- Kasus Hilangnya Kakak Beradik Di Banyuasin Terungkap, Dua Tahun Pencarian Berakhir Dengan Kenyataan Sedih.
- Bobol Warung Dini Hari, Empat Pelaku Curhat dan Penadah Ditangkap Polda Banten
- KASUS PENCULIKAN AKTIVIS UUN SELESAI DENGAN KEADILAN RESTORATIF, KUASA HUKUM KETUA DPRD LEBAK BERI APRESIASI LUAR BIASA
- Kasus Dugaan Penculikan Aktivis Uun Selesai Dengan Keadilan Restoratif, Empat Tersangka Bebas
- Warga Perumahan Puri Teratai RW 03 Tunjukkan Kepedulian, Galang Dana untuk Korban Gempa NTT
Kabel Listrik Terurai dan Tertutup Rumput di Desa Situterate, Diduga Kelalaian PLN ULP Cikande Mengancam Keselamatan Warga
PEMRED : Iyan Baduy
SERANG - Info Fakta News
Diduga akibat minimnya pengawasan dan pemeliharaan rutin, kabel listrik yang terbentang melintasi jalan Desa Situterate, tepatnya di Kampung Gedong Burung, hanya berjarak beberapa meter dari SDN Situterate, kini terurai turun hingga berada di permukaan tanah di sisi jalan.
Pantauan awak media memperlihatkan kondisi kabel tersebut tidak lagi terentang lurus antartiang, melainkan melorot ke bawah dan sebagian tertutup rapat oleh rimbunan rerumputan.
Berdasarkan keterangan warga setempat, posisi ini diduga telah berlangsung cukup lama tanpa ada perbaikan maupun pengecekan dari pihak pengelola.
Situasi ini mengindikasikan adanya kelalaian dalam menjalankan tugas pengawasan jaringan sebagaimana diatur dalam UU No. 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan dan standar teknis PLN, yang mewajibkan pemeliharaan berkala agar kabel tetap berada pada ketinggian aman dan terhindar dari kerusakan isolasi.
Kondisi kabel yang terendam kelembapan dan tertutup vegetasi mempercepat kerusakan pelindung kawat, meningkatkan risiko korsleting, bocor arus, hingga sengatan listrik yang berpotensi mematikan bagi siapa pun yang tanpa sengaja menyentuhnya.
Bagi warga dan pengguna jalan, hal ini menjadi sumber kekhawatiran mendalam. Lokasinya yang dekat dengan jalur lalu lintas serta lingkungan sekolah membuat risiko semakin besar, terutama saat malam hari atau musim hujan, ketika rerumputan basah berfungsi sebagai penghantar listrik yang menyebarkan bahaya secara tidak terlihat.
Belum lagi ditemukan pula kabel lain yang melintang jalan hanya ditopang sebatang bambu biasa, serta kotak meter pada tiang yang terbuka dan mengeluarkan suara dengungan, tanda jelas adanya gangguan yang belum ditangani.
Warga menyayangkan hal ini tidak menjadi perhatian khusus PLN ULP Cikande. Padahal tanggung jawab memastikan keamanan instalasi ada pada pihak penyedia layanan, bukan masyarakat.
Warga berharap agar segera dilakukan perbaikan menyeluruh, sebelum kondisi ini menimbulkan korban jiwa atau kerugian harta benda yang lebih besar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari PLN ULP Cikande terkait dugaan kelalaian dan tindak lanjut yang akan diambil.
(Red)






