- Presiden Prabowo Lantik Suahadil Nazara Sebagai Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
- Pelayanan PDAM Unit Cikande dikeluhkan, Konsumen Tiga Hari Tanpa Air, Saat Laporan Terkesan Diabaikan.
- Dua Mobil Operasional MBG Bernopol Sama di Lebak, Viral dan Jadi Sorotan.
- Dugaan Manipulasi Titik Dapur MBG Banten, Kerugian Pengelola Capai 1,5 Miliar
- Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Anak Krakatau, Pijar, Semoga Segera Ditemukan Dalam Keadaan Selamat.
- Kasus Hilangnya Kakak Beradik Di Banyuasin Terungkap, Dua Tahun Pencarian Berakhir Dengan Kenyataan Sedih.
- Bobol Warung Dini Hari, Empat Pelaku Curhat dan Penadah Ditangkap Polda Banten
- KASUS PENCULIKAN AKTIVIS UUN SELESAI DENGAN KEADILAN RESTORATIF, KUASA HUKUM KETUA DPRD LEBAK BERI APRESIASI LUAR BIASA
- Kasus Dugaan Penculikan Aktivis Uun Selesai Dengan Keadilan Restoratif, Empat Tersangka Bebas
- Warga Perumahan Puri Teratai RW 03 Tunjukkan Kepedulian, Galang Dana untuk Korban Gempa NTT
Program Ketapang Desa Pagintungan Tahun Anggaran 2022 - 2023, Diduga Terjadi Penyimpangan
PEMRED : Iyan Baduy
SERANG - info fakta news
Program Ketahanan Pangan Desa Pagintungan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang tahun anggaran 2022 - 2023, peternakan Kerbau diduga ada penyimpangan.
Hal ini berdasarkan informasi dari warga setempat yang identitasnya tidak bersedia diberitakan.
Pada awak media mengatakan, bahwa pada tahun anggaran 2022, digelontorkan dana untuk program Ketahanan Pangan berupa peternakan kerbau Rp. 300.000.000
Dengan rincian pengadaan Kerbau Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) dan pembuatan kandang sebesar Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah).
Hasil pantauan media dilapangan
kandang dibangun permanen dengan dinding tembok, atap baja ringan, ukuran lebar sekitar 4 m² dan panjang sekitar 9 m², terletak di kampung Pabuaran Tipar RT. 001 /001.

Kandang kerbau program ketahanan pangan tahun anggaran 2022, di Desa Pagintungan habiskan biaya 100 juta
Mirisnya kandang yang dibangun dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) diduga tidak sesuai.
Pasalnya dilihat dari besarnya bangunan kandang dan material yang dipergunakan itu diperkirakan tidak mencapai Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah).
Parahnya lagi setelah berjalan 4 tahun, jumlah kerbau pun hanya ada 5 ekor saja.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari warga, pada awal program ada kerbau berjumlah 10 ekor.
Kemudian dalam perjalanannya kalau sudah besar kerbau di jual entah kemana dan diganti dengan kerbau yang masih kecil.
Jumriah salah satu warga yang rumahnya berdekatan dengan kandang saat di tanya apakah pernah menerima daging kalau ada kerbau yang disembelih.
Ia menjawab selama ada kandang ia beserta keluarga besarnya belum pernah mendapatkan daging atau pun hasil dari kandang program Ketapang desa ini.
Dengan polosnya ia pun mengatakan kalau musim hujan, kotoran kerbau hanyut terbawa air ke halaman dan teras rumah ia serta keluarganya.
Yang jelas dengan adanya kandang ia hanya mendapatkan dampak bau kotoran dan yang hanyut bila turun hujan, ucapnya dengan nada agak kesal.
Diketahui bahwa kandang kerbau tersebut posisinya ada diatas bagian depan sebelah kanan ruman jumriah.
Saat dikonfirmasi awak media kades Pagintungan Hj. Sumyanah, melalui pesan WhatsApp tidak menjawab, dan saat di telpon pun, panggilan selalu ditolak.
Sampai berita ini terbit belum ada penjelasan yang di dapat dari kades Pagintungan.
(Red)






