- Dugaan Pungli di RSUD Adjidarmo, King Naga Menagih Janji Bupati: "Buktikan Pemecatan Sesuai Pernyataan"
- Dugaan Kegagalan Kopsyah Rabani Memenuhi Kewajiban Terhadap Anggota dan Karyawan.
- Ketum DPP BIMANTARA Bobby Chayadi: Hari Buruh Sedunia, Momentum Merajut Kebersamaan Pemerintah Pekerja & Pengusaha
- Pengadilan Tinggi Diminta Tegas Usut Hakim Subai,Putusan Prapid 41 Melanggar Aturan
- Memperingati Hari Kartini, LMP Mada Banten Gelar Fashion Show, Wujudkan Semangat Emansipasi Srikandi
- Kronis, Penerangan Jalan Provinsi Mati Sudah Sepuluh Tahun, Komponen Dicuri Dishub Provinsi Banten Tidak Bertindak.
- Dugaan Pelanggaran Rangkap Jabatan, PNS Aktif Jadi Perangkat Desa, Melanggar Aturan Negara, Bupati Diminta Turun Tangan.
- Diduga Pelaksana Proyek Galian Tanah, Abaikan Janji Uang Konpensasi Pada Penggarap Yang Tanahnya Digali.
- Jaga Stamina dan Kesiapan Tugas, Bag SDM Polres Lebak Gelar Tes Kesamaptaan Jasmani Periodik Semester I Tahun 2026
- Ketua Umum DEPA-RI, Kecam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Fakultas Hukum UI
Diduga Gagal Pengawasan Dana Pendidikan, SMPN 2 Tenjo Rusak Meski Anggaran Mengucur
PEMRED : Iyan Baduy
BOGOR - info fakta news
Kondisi Gedung sekolah yang kondisinya memprihatinkan dan terkesan tidak terurus menjadi sorotan publik khususnya masyarakat Kecamatan Tenjo.
Betapa tidak, sekolah yang biaya perawatannya sudah dianggarkan negara dan di gelontorkan secara rutin, tetapi kondisi bangunannya banyak yang rusak.
Tentu hal ini mengundang banyak tanya terkait anggaran pemeliharaan yang ada, diduga tidak dilaksanakan dan bangunan dibiarkan rusak.
Sekolah ini SMPN 2 Tenjo yang beralamat tepatnya di Desa Tapis, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Padahal biaya pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah di tahun 2025 dianggarkan lebih dari Rp100 juta.
Pantauan di lokasi beberapa ruang kelas tidak memiliki pintu dan plafon nya pun banyak yang sudah jebol.
Tentu kondisi ini dapat mengganggu konsentrasi serta kenyamanan siswa dan guru dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, SMPN 2 Tenjo menerima anggaran pemeliharaan tahun 2025 Tahap I sebesar Rp.44.355.200 dan Tahap II sebesar Rp.57.046.840. Namun, realitas fisik sekolah dinilai tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang dikucurkan negara.
Saat di temui kesekolah Kepala Sekolah sedang tidak berada di tempat.
Ketidakhadiran pimpinan sekolah ini semakin memunculkan tanda tanya besar terkait pengawasan dan tanggung jawab pengelolaan anggaran.
Berikutnya.
Sampai berita ini belum ada penjelasan yang disampaikan fihak sekolah.
(Red)






