- Dugaan Pungli di RSUD Adjidarmo, King Naga Menagih Janji Bupati: "Buktikan Pemecatan Sesuai Pernyataan"
- Dugaan Kegagalan Kopsyah Rabani Memenuhi Kewajiban Terhadap Anggota dan Karyawan.
- Ketum DPP BIMANTARA Bobby Chayadi: Hari Buruh Sedunia, Momentum Merajut Kebersamaan Pemerintah Pekerja & Pengusaha
- Pengadilan Tinggi Diminta Tegas Usut Hakim Subai,Putusan Prapid 41 Melanggar Aturan
- Memperingati Hari Kartini, LMP Mada Banten Gelar Fashion Show, Wujudkan Semangat Emansipasi Srikandi
- Kronis, Penerangan Jalan Provinsi Mati Sudah Sepuluh Tahun, Komponen Dicuri Dishub Provinsi Banten Tidak Bertindak.
- Dugaan Pelanggaran Rangkap Jabatan, PNS Aktif Jadi Perangkat Desa, Melanggar Aturan Negara, Bupati Diminta Turun Tangan.
- Diduga Pelaksana Proyek Galian Tanah, Abaikan Janji Uang Konpensasi Pada Penggarap Yang Tanahnya Digali.
- Jaga Stamina dan Kesiapan Tugas, Bag SDM Polres Lebak Gelar Tes Kesamaptaan Jasmani Periodik Semester I Tahun 2026
- Ketua Umum DEPA-RI, Kecam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Fakultas Hukum UI
ICMI Lebak Nilai Syekh Nawawi Sangat Layak Jadi Pahlawan Nasional
PEMRED : Iyan Baduy
LEBAK - info fakta news
Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Lebak, menilai Syekh Nawawi Al-Jawi Al-Bantani asal Tanara Kabupaten Serang sangat layak menjadi Pahlawan Nasional.
Hal ini dikatakan Ketua ICMI Lebak Ucu Juhroni, meskipun perjuangan Syekh Nawawi al-Jawi al-Bantani itu tidak dalam bentuk revolusi fisik melakukan perlawanan terhadap Kolonialisme, namun ia melalui pendidikan Agama Islam, untuk menumbuhkan semangat Kebangkitan dan jiwa nasionalisme.
“Syekh Nawawi juga mencetak kader patriotik kepada murid-muridnya di Indonesia harus membebaskan belenggu Kolonialisme melalui ajaran Agama Islam,” Kata Ketua ICMI Lebak Ucu Juhroni dalam keterangannya di Lebak, Senin (7/4/2025).
Ucu Juhroni juga menjelaskan, sebab, prinsip-prinsip kolonialisme dan imperialisme itu bertentangan dengan ajaran Islam. Karena itu, Syek Nawawi kepada murid-muridnya yang belajar agama Islam di tanah suci Mekkah.
“Setelah pulang ke Indonesia agar melakukan perjuangan untuk melawan kolonial dan imperialisme,” jelasnya.
Dia juga menambahkan, disamping itu juga, pemikiran Syekh Nawawi mendorong untuk selalu mengikuti perkembangan dan perjuangan di tanah air dari para murid yang berasal dari Indonesia.
“Syekh Nawawi al-Bantani itu memegang peran sentral di tengah Ulama, dan menginspirasi komunitas untuk lebih terlibat dalam studi Islam secara serius, tetapi juga berperan dalam mendidik sejumlah ulama pesantren terkemuka. Dengan demikian, perjuangan Syekh Nawawi al-Bantani itu untuk meraih Kemerdekaan sehingga ajaran-ajaran Islam akan mudah dilaksanakan di Nusantara,” tambahnya.
Syekh Nawawi kelahiran tahun 1815 M atau 1230 Hijriah sangat produktif menulis 115 kitab bidang fiqih, tauhid, tasawuf, tafsir, hadits hingga mendapat gelar Sayyidul Hijaz. Karena telah mencapai posisi intelektual terkemuka di Timur Tengah. Murid Syekh Nawawi al-Bantani di antaranya Syekh Muhammad Mahfudz at-Tarmasi, Syekh Kholil al-Bangkalan dari Madura, dan Syekh Tubagus Muhammad Asnawi al-Bantani, Caringin, Labuan, Pandeglang.
Sangat berharap perjuangan Syekh Nawawi al-Bantani itu sangat layak untuk mendapat penghargaan Pahlawan Nasional, karena mendorong muridnya di Nusantara meraih kemerdekaan untuk kemajuan masyarakat Indonesia.
“Kami berharap Pemerintah segera mengangkat Syekh Nawawi Al-Jawi Al-Bantani sebagai pahlawan nasional,” harapnya.
(Red)
Sumber : Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia.






