- Presiden Prabowo Lantik Suahadil Nazara Sebagai Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
- Pelayanan PDAM Unit Cikande dikeluhkan, Konsumen Tiga Hari Tanpa Air, Saat Laporan Terkesan Diabaikan.
- Dua Mobil Operasional MBG Bernopol Sama di Lebak, Viral dan Jadi Sorotan.
- Dugaan Manipulasi Titik Dapur MBG Banten, Kerugian Pengelola Capai 1,5 Miliar
- Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Anak Krakatau, Pijar, Semoga Segera Ditemukan Dalam Keadaan Selamat.
- Kasus Hilangnya Kakak Beradik Di Banyuasin Terungkap, Dua Tahun Pencarian Berakhir Dengan Kenyataan Sedih.
- Bobol Warung Dini Hari, Empat Pelaku Curhat dan Penadah Ditangkap Polda Banten
- KASUS PENCULIKAN AKTIVIS UUN SELESAI DENGAN KEADILAN RESTORATIF, KUASA HUKUM KETUA DPRD LEBAK BERI APRESIASI LUAR BIASA
- Kasus Dugaan Penculikan Aktivis Uun Selesai Dengan Keadilan Restoratif, Empat Tersangka Bebas
- Warga Perumahan Puri Teratai RW 03 Tunjukkan Kepedulian, Galang Dana untuk Korban Gempa NTT
ICMI Lebak Nilai Syekh Nawawi Sangat Layak Jadi Pahlawan Nasional
PEMRED : Iyan Baduy
LEBAK - info fakta news
Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Lebak, menilai Syekh Nawawi Al-Jawi Al-Bantani asal Tanara Kabupaten Serang sangat layak menjadi Pahlawan Nasional.
Hal ini dikatakan Ketua ICMI Lebak Ucu Juhroni, meskipun perjuangan Syekh Nawawi al-Jawi al-Bantani itu tidak dalam bentuk revolusi fisik melakukan perlawanan terhadap Kolonialisme, namun ia melalui pendidikan Agama Islam, untuk menumbuhkan semangat Kebangkitan dan jiwa nasionalisme.
“Syekh Nawawi juga mencetak kader patriotik kepada murid-muridnya di Indonesia harus membebaskan belenggu Kolonialisme melalui ajaran Agama Islam,” Kata Ketua ICMI Lebak Ucu Juhroni dalam keterangannya di Lebak, Senin (7/4/2025).
Ucu Juhroni juga menjelaskan, sebab, prinsip-prinsip kolonialisme dan imperialisme itu bertentangan dengan ajaran Islam. Karena itu, Syek Nawawi kepada murid-muridnya yang belajar agama Islam di tanah suci Mekkah.
“Setelah pulang ke Indonesia agar melakukan perjuangan untuk melawan kolonial dan imperialisme,” jelasnya.
Dia juga menambahkan, disamping itu juga, pemikiran Syekh Nawawi mendorong untuk selalu mengikuti perkembangan dan perjuangan di tanah air dari para murid yang berasal dari Indonesia.
“Syekh Nawawi al-Bantani itu memegang peran sentral di tengah Ulama, dan menginspirasi komunitas untuk lebih terlibat dalam studi Islam secara serius, tetapi juga berperan dalam mendidik sejumlah ulama pesantren terkemuka. Dengan demikian, perjuangan Syekh Nawawi al-Bantani itu untuk meraih Kemerdekaan sehingga ajaran-ajaran Islam akan mudah dilaksanakan di Nusantara,” tambahnya.
Syekh Nawawi kelahiran tahun 1815 M atau 1230 Hijriah sangat produktif menulis 115 kitab bidang fiqih, tauhid, tasawuf, tafsir, hadits hingga mendapat gelar Sayyidul Hijaz. Karena telah mencapai posisi intelektual terkemuka di Timur Tengah. Murid Syekh Nawawi al-Bantani di antaranya Syekh Muhammad Mahfudz at-Tarmasi, Syekh Kholil al-Bangkalan dari Madura, dan Syekh Tubagus Muhammad Asnawi al-Bantani, Caringin, Labuan, Pandeglang.
Sangat berharap perjuangan Syekh Nawawi al-Bantani itu sangat layak untuk mendapat penghargaan Pahlawan Nasional, karena mendorong muridnya di Nusantara meraih kemerdekaan untuk kemajuan masyarakat Indonesia.
“Kami berharap Pemerintah segera mengangkat Syekh Nawawi Al-Jawi Al-Bantani sebagai pahlawan nasional,” harapnya.
(Red)
Sumber : Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia.






