- Dugaan Pungli di RSUD Adjidarmo, King Naga Menagih Janji Bupati: "Buktikan Pemecatan Sesuai Pernyataan"
- Dugaan Kegagalan Kopsyah Rabani Memenuhi Kewajiban Terhadap Anggota dan Karyawan.
- Ketum DPP BIMANTARA Bobby Chayadi: Hari Buruh Sedunia, Momentum Merajut Kebersamaan Pemerintah Pekerja & Pengusaha
- Pengadilan Tinggi Diminta Tegas Usut Hakim Subai,Putusan Prapid 41 Melanggar Aturan
- Memperingati Hari Kartini, LMP Mada Banten Gelar Fashion Show, Wujudkan Semangat Emansipasi Srikandi
- Kronis, Penerangan Jalan Provinsi Mati Sudah Sepuluh Tahun, Komponen Dicuri Dishub Provinsi Banten Tidak Bertindak.
- Dugaan Pelanggaran Rangkap Jabatan, PNS Aktif Jadi Perangkat Desa, Melanggar Aturan Negara, Bupati Diminta Turun Tangan.
- Diduga Pelaksana Proyek Galian Tanah, Abaikan Janji Uang Konpensasi Pada Penggarap Yang Tanahnya Digali.
- Jaga Stamina dan Kesiapan Tugas, Bag SDM Polres Lebak Gelar Tes Kesamaptaan Jasmani Periodik Semester I Tahun 2026
- Ketua Umum DEPA-RI, Kecam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Fakultas Hukum UI
Kecewa Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaki, Warga Tanam Pohon Pisang Ditengah Jalan Desa
PEMRED : Iyan Baduy
LEBAK - info fakta news
Warga Kampung Citeureup, Desa Rahong, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, melakukan aksi menanam pohon pisang di ruas jalan penghubung antar desa yang rusak parah, Kamis (25/12/2025.)
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap pemerintah desa maupun pemerintah daerah yang dinilai hanya memberikan janji tanpa realisasi.
Hingga kini, jalan yang menjadi akses vital warga itu belum juga diperbaiki, meskipun keluhan telah berulang kali disampaikan
Menurut warga, kondisi jalan yang berlubang dan rusak parah sangat membahayakan pengguna jalan serta menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Namun, tidak ada tindakan nyata dari pihak berwenang.
“Sebelumnya kami sudah berkali-kali mengeluhkan kondisi jalan ini, tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata. Karena rasa kecewa, akhirnya kami memutuskan melakukan aksi tanam pohon pisang di jalan yang berlubang ini sebagai bentuk kekecewaan,” ujar salah satu warga kepada awak media.
Warga mengaku kecewa karena pemerintah desa dan pemerintah daerah hanya memberikan janji tanpa kepastian pembangunan. Mereka berharap aksi tersebut dapat membuka mata pihak terkait agar segera mengambil langkah konkret.
“Kami ingin ada perhatian dan tindakan nyata, bukan sekadar janji belaka. Jalan penghubung antar desa ini sangat penting bagi warga,” tambah warga lainnya.
Aksi tanam pohon pisang ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi instansi terkait agar segera merealisasikan perbaikan jalan poros desa demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat.
(Red)






