- Presiden Prabowo Lantik Suahadil Nazara Sebagai Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
- Pelayanan PDAM Unit Cikande dikeluhkan, Konsumen Tiga Hari Tanpa Air, Saat Laporan Terkesan Diabaikan.
- Dua Mobil Operasional MBG Bernopol Sama di Lebak, Viral dan Jadi Sorotan.
- Dugaan Manipulasi Titik Dapur MBG Banten, Kerugian Pengelola Capai 1,5 Miliar
- Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Anak Krakatau, Pijar, Semoga Segera Ditemukan Dalam Keadaan Selamat.
- Kasus Hilangnya Kakak Beradik Di Banyuasin Terungkap, Dua Tahun Pencarian Berakhir Dengan Kenyataan Sedih.
- Bobol Warung Dini Hari, Empat Pelaku Curhat dan Penadah Ditangkap Polda Banten
- KASUS PENCULIKAN AKTIVIS UUN SELESAI DENGAN KEADILAN RESTORATIF, KUASA HUKUM KETUA DPRD LEBAK BERI APRESIASI LUAR BIASA
- Kasus Dugaan Penculikan Aktivis Uun Selesai Dengan Keadilan Restoratif, Empat Tersangka Bebas
- Warga Perumahan Puri Teratai RW 03 Tunjukkan Kepedulian, Galang Dana untuk Korban Gempa NTT
King Naga Apresiasi Polres Lebak dan Kodim Lebak Sebagai Pelindung Masyarakat Korban Intimidasi di Desa Luhurjaya
PEMRED : Iyan Baduy
LEBAK - info fakta news
Aparat penegak hukum dari Polres Lebak dan Kodim Lebak yang hadir di tengah masyarakat Desa Luhurjaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, mendapat apresiasi tinggi dari aktivis dan tokoh masyarakat King Naga.
Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi warga yang diduga menjadi korban intimidasi oleh oknum aparat desa.
Menurut King Naga, situasi yang terjadi di Desa Luhurjaya belakangan ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Dugaan intimidasi terhadap warga dan narasumber yang berani bersuara dinilai berpotensi melanggar hak-hak sipil serta mencederai prinsip demokrasi di tingkat desa.
"Saya mengapresiasi setinggi-tingginya langkah cepat Polres Lebak dan Kodim Lebak yang turun langsung ke lapangan. Ini bukti bahwa aparat hadir sebagai pelindung masyarakat, bukan membiarkan rakyat berjuang sendirian menghadapi tekanan," tegas King Naga kepada awak media pada Sabtu (07/02/2026).
Ia menegaskan bahwa kehadiran TNI dan Polri bukan hanya sekadar formalitas, melainkan memberikan rasa aman dan dukungan psikologis bagi warga yang selama ini merasa tertekan dan takut untuk menyampaikan kebenaran.
"Masyarakat harus merasa aman saat menyampaikan aspirasi dan fakta. Tidak boleh ada intimidasi, apalagi dari pejabat publik yang seharusnya menjadi pelayan rakyat," lanjutnya.
King Naga juga mendorong agar aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan intimidasi tersebut secara profesional, transparan, dan berkeadilan.
Ia mengingatkan bahwa desa bukan wilayah kebal hukum, dan setiap tindakan penyalahgunaan wewenang harus diproses sesuai aturan yang berlaku.
Selain itu, ia mengajak masyarakat Desa Luhurjaya untuk tetap tenang dan tidak takut, serta mempercayakan penanganan persoalan ini kepada aparat yang berwenang.
"Jika TNI dan Polri sudah hadir, itu artinya negara tidak tinggal diam. Saya minta warga jangan gentar, terus bersuara demi kebenaran," pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, situasi di Desa Luhurjaya terpantau kondusif dengan pengawasan aparat keamanan. Masyarakat berharap adanya penyelesaian yang adil serta perlindungan hukum yang nyata dari negara.
(Heru Kz)






