- Dugaan Pungli di RSUD Adjidarmo, King Naga Menagih Janji Bupati: "Buktikan Pemecatan Sesuai Pernyataan"
- Dugaan Kegagalan Kopsyah Rabani Memenuhi Kewajiban Terhadap Anggota dan Karyawan.
- Ketum DPP BIMANTARA Bobby Chayadi: Hari Buruh Sedunia, Momentum Merajut Kebersamaan Pemerintah Pekerja & Pengusaha
- Pengadilan Tinggi Diminta Tegas Usut Hakim Subai,Putusan Prapid 41 Melanggar Aturan
- Memperingati Hari Kartini, LMP Mada Banten Gelar Fashion Show, Wujudkan Semangat Emansipasi Srikandi
- Kronis, Penerangan Jalan Provinsi Mati Sudah Sepuluh Tahun, Komponen Dicuri Dishub Provinsi Banten Tidak Bertindak.
- Dugaan Pelanggaran Rangkap Jabatan, PNS Aktif Jadi Perangkat Desa, Melanggar Aturan Negara, Bupati Diminta Turun Tangan.
- Diduga Pelaksana Proyek Galian Tanah, Abaikan Janji Uang Konpensasi Pada Penggarap Yang Tanahnya Digali.
- Jaga Stamina dan Kesiapan Tugas, Bag SDM Polres Lebak Gelar Tes Kesamaptaan Jasmani Periodik Semester I Tahun 2026
- Ketua Umum DEPA-RI, Kecam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Fakultas Hukum UI
LSM Kecam, Renovasi Alun-Alun Kota Rangkasbitung Anggaran Besar Tapi fasilitas Minim.
PEMRED : Iyan Baduy
LEBAK - info fakta news
Renovasi Alun-Alun Kota Rangkasbitung dengan anggaran Rp 4,9 miliar menuai sorotan dari LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Lebak.
Ketua GMBI Distrik Lebak, King Naga, menilai hasil renovasi tidak sebanding dengan besarnya anggaran, terutama terkait minimnya fasilitas umum.
Menurut King Naga, fasilitas dasar seperti toilet umum tidak terlihat di kawasan alun-alun yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Padahal, tempat ini kerap digunakan warga untuk berkumpul, bersantai, berolahraga pagi, dan kegiatan sosial lainnya.
"Anggarannya besar, tapi fasilitas umum seperti toilet tidak diperhatikan. Masa masyarakat kalau mau ke toilet harus ke masjid Agung, Ini alun-alun, tempat umum, bukan hanya tempat lewat," tegas King Naga pada Senin (11/01/2026).
Selain ketidakadaan toilet, GMBI juga menyoroti penutup solokan atau drainase yang dinilai tidak maksimal dan berpotensi membahayakan pengunjung. Kondisi tersebut dinilai bertolak belakang dengan tujuan penataan ruang publik yang seharusnya mengutamakan kenyamanan dan keselamatan warga.
King Naga mempertanyakan transparansi penggunaan anggaran dan mendesak Pemerintah Kabupaten Lebak untuk melakukan audit menyeluruh guna memastikan tidak ada penyimpangan dalam pelaksanaan proyek.
"Pemkab Lebak harus terbuka dan berani melakukan audit. Uang yang digunakan ini uang rakyat, jadi hasilnya juga harus benar-benar dirasakan oleh rakyat," ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemkab Lebak maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi. Masyarakat berharap pemerintah daerah segera memberikan klarifikasi dan melakukan evaluasi agar Alun-Alun Rangkasbitung menjadi ruang publik yang layak dan ramah bagi semua kalangan.
(Red)






