- Dugaan Pungli di RSUD Adjidarmo, King Naga Menagih Janji Bupati: "Buktikan Pemecatan Sesuai Pernyataan"
- Dugaan Kegagalan Kopsyah Rabani Memenuhi Kewajiban Terhadap Anggota dan Karyawan.
- Ketum DPP BIMANTARA Bobby Chayadi: Hari Buruh Sedunia, Momentum Merajut Kebersamaan Pemerintah Pekerja & Pengusaha
- Pengadilan Tinggi Diminta Tegas Usut Hakim Subai,Putusan Prapid 41 Melanggar Aturan
- Memperingati Hari Kartini, LMP Mada Banten Gelar Fashion Show, Wujudkan Semangat Emansipasi Srikandi
- Kronis, Penerangan Jalan Provinsi Mati Sudah Sepuluh Tahun, Komponen Dicuri Dishub Provinsi Banten Tidak Bertindak.
- Dugaan Pelanggaran Rangkap Jabatan, PNS Aktif Jadi Perangkat Desa, Melanggar Aturan Negara, Bupati Diminta Turun Tangan.
- Diduga Pelaksana Proyek Galian Tanah, Abaikan Janji Uang Konpensasi Pada Penggarap Yang Tanahnya Digali.
- Jaga Stamina dan Kesiapan Tugas, Bag SDM Polres Lebak Gelar Tes Kesamaptaan Jasmani Periodik Semester I Tahun 2026
- Ketua Umum DEPA-RI, Kecam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Fakultas Hukum UI
Proyek Pembangunan Gerai KDMP, Tanah Berserakan Kejalan Berpotensi Terjadi Kecelakaan Lalulintas.
PEMRED : Iyan Baduy
LEBAK - info fakta news
Pembangunan gerai KDMP yang berlokasi di kampung Leuweung podol, Desa Giri Jagabaya, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak.
Tanah pengerukan dan pemerataan dilokasi proyek yang tercecer di jalan raya di keluhkan pengguna jalan dan warga setempat.
Dimusim penghujan seperti ini tanah lumpur di jalan sangat licin dan berpotensi terjadinya ke kecelakaan lalu lintas
Terutama pengendara sepeda motor yang melintas harus ekstra hati-hati karena kondisi jalan yang cukup licin.
Menurut warga setempat, yang tidak bersedia namanya di publikasikan pada awak media mengatakan,
" Kalau turun hujan, lumpur di jalan sangat licin, sudah beberapa kali kendaraan yang hampir jatuh, hal ini tentu sangat mengganggu pengguna jalan dan terasa tidak nyaman". Ucapnya.
Warga menilai pelaksanaan program KDMP kurang memperhatikan aspek keselamatan pengguna jalan.
Selain tidak adanya pembersihan rutin terhadap tanah yang tercecer, juga belum terlihat langkah pengamanan seperti rambu peringatan atau pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi proyek.
Kondisi semakin diperparah dengan intensitas hujan yang tinggi. Aliran air hujan membawa tanah ke jalan utama, membuat permukaan aspal tertutup lumpur dan sulit dilalui.
Warga berharap pihak pelaksana proyek segera mengambil langkah cepat dan tegas agar tidak menimbulkan korban.
Masyarakat meminta instansi terkait dan pelaksana program KDMP untuk segera mengevaluasi pekerjaan di lapangan, mempercepat penyelesaian proyek, serta memastikan kebersihan dan keselamatan jalan umum tetap terjaga.
Mereka menegaskan bahwa pembangunan seharusnya membawa manfaat, bukan justru membahayakan keselamatan pengguna jalan.
(Heru)






