- Pengadilan Tinggi Diminta Tegas Usut Hakim Subai,Putusan Prapid 41 Melanggar Aturan
- Memperingati Hari Kartini, LMP Mada Banten Gelar Fashion Show, Wujudkan Semangat Emansipasi Srikandi
- Kronis, Penerangan Jalan Provinsi Mati Sudah Sepuluh Tahun, Komponen Dicuri Dishub Provinsi Banten Tidak Bertindak.
- Dugaan Pelanggaran Rangkap Jabatan, PNS Aktif Jadi Perangkat Desa, Melanggar Aturan Negara, Bupati Diminta Turun Tangan.
- Diduga Pelaksana Proyek Galian Tanah, Abaikan Janji Uang Konpensasi Pada Penggarap Yang Tanahnya Digali.
- Jaga Stamina dan Kesiapan Tugas, Bag SDM Polres Lebak Gelar Tes Kesamaptaan Jasmani Periodik Semester I Tahun 2026
- Ketua Umum DEPA-RI, Kecam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Fakultas Hukum UI
- Diduga Seorang Oknum PNS Provinsi DKI Lakukan Penipuan, Modus Gadaikan Mobil Milik Orang Lain, Korban Akan Lapor Polisi.
- Ahli Gizi Dapur SPPG Bojong Menteng Raih Penghargaan Nasional, Harumkan Nama Lebak
- Oknum Kepala SPPG Diduga Lakukan Perbuatan Asusila Di Mess Dapur MBG, Jadi Sorotan Warga
Akibat Mesin Bising dan Diduga Polusi Saat Produksi, PT. Platinum Di Gerudug Warga.
PEMRED : Iyan Baduy
SERANG - info fakta news, PT. Platinum perusahaan yang memproduksi bata ringan (hebel-red) terketak di Jl. Raya Cikande-Rangkasbitung tepatnya di Kampung Pabuaran RT 001 / 004 Desa Cikande, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Provinsi Banten di Grudug warga sekitar lokasi perusahaan, pada Kamis (3/10/24)
Warga yang di dominasi kaum emak-emsk ini, dalam aksinya masuk Area pabrik seraya meneriakan keluhan yang di rasakan warga sejak pabrik ini melakukan operasional.
Menurut salah satu warga yang ikut dalam aksi ini saat di konfirmasi melalui WhatsApp yang identitasnya tidak bersedia di publikasikan pada info fakta news mengatakan, "pada saat mulai operasi pabrik ini sudah membuat tidak nyaman warga sekitar ucapnya ".
Ditambahkannya, " sejak pertama buka pabrik ini suara mesinnya terdengar bising sekali di tambah asap dan ada debu yang berterbangan ke pemukiman warga yang ada disekitar pabrik ".
Diketahui perusahan ini dekat dengan pemukiman warga, sekolah SDN 3 Cikande, Taman Kanak-kanak Pembina, Madrasah Ar Rahman, juga Masjid Ar Rahman.
Sementara menurut Ketua RT 001 /004 lingkung Pabuaran Sugandi pada awak media mengatakan, perusahaan tersebut bila sedang produksi suaranya sangat bising sekali, dan kalau produksi malam hari jelas sangat mengganggu warga yang sedang beristirahat setelah siang hari melakukan aktivitas.
Lanjut Sugandi, kalau hal ini terus dibiarkan tentu jadi permasalahan bagi warga kami, karena suara yang terdengar cukup bising juga diduga terjadi polusi baik asap yang di keluarkan boiler juga debu dari bagian produksi sangat mengganggu anak-anak yang sedang belajar di sekolah.
Oleh karena itu kata Sugandi, aksi yang dilakukan warga sekarang ini terjadi secara spontanitas halnini terjadi karena warga merasa terganggu dengan suara yang sangat bising sekali, sementara diduga pihak perusaan tidak memperhatikan keluhan warga yang sebelumnya sudah melakukan aksi serupa.
Sugandi berharap pihak perusahaan dapat segera mengambil langkah yang diperlukan atas permasalahan ini supaya perusahan dan lingkungan sekitar perusahaan bisa harmonis dan tidak ada lagi gerakan yang dilakukan warga karena merasa terganggu dengan bising yang di sebabkan mesin pabrik saat sedang Produksi.
Sampai dengan berita ini terbit media info fakta news belum mendapat keterangan dari pihak perusaan terkait terjadinya kebisingan juga dugaan polusi pada saat kegiatan produksi berjalan.
(Iyan baduy)






