Debt Colector Jalanan, Bergaya Preman Di Tangerang, Buat Resah.

PEMRED : Iyan Baduy

20 Nov 2024, 18:56:27 WIB

Debt Colector Jalanan, Bergaya Preman Di Tangerang, Buat Resah.

Salah satu dari sekelompok Matel yang mengancam akan memukul di lerai security

TANGERANG - info fakta news, Debt Colector jalanan yang di kenal masyarakat dengan sebutan Matel (Mata Elang) dengan gaya premen dan terkesan arogan kembali bikin ulah di seputaran Jl. Raya Munjul, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang Provinsi Banten, pada Jumat (15/11/24).

Kejadian penarikan paksa kendaraan ini di alami Damiri warga Kota Rangkasbitung Kabupaten Lebak, saat dirinya sedang melintas di seputaran Tiga Raksa Tangerang tiba-tiba mobil Daihatsu Sigra warna merah yang sedang  dikendarainya di minta berhenti oleh sekelompok orang berjumlah 8 (delapan) orang.

Menurut Damiri sekelompok orang tersebut mengatakan mobil yang sedang dikendarainya menunggak angsuran dan meminta dirinya ikut kekantor salah satu jasa pembiayaan yang berlokasi di BSD Tangerang.

Sebelumnya Damiri pun mengakui bahwa mobil yang sedang dikendarainya menunggak angsuran jalan dua bulan dan dirinya akan segera membayarnya satu bulan duli dengan cara di transfer.

Tetapi kesanggupan Damiri akan membayar angsuran yang menunggak ditolak sekelompok orang tersebut tetap memaksa agar Damiri ikut ke kantor ACC Finance dengan alasan untuk bayar satu bulan angsuran dan membuat pernyataan kapan kesanggupan membayar angsuran yang menunggak satu bulan berikutnya.

Ternyata sesampainya di kantor ACC Finance Damiri di minta untuk menandatangani surat penyerahan kendaraan yang dikemudikannya dan STNK kendaraan, bukan membuat surat pernyataan kesanggupan kapan membayar angsuran yang menunggak.

Permintaan untuk menandatangi surat penyerahan kendaraan tersebut ditolak Damiri, karena tidak sesuai dengan yang dikatakan sebelumnya pada saat dirinya diminta untuk datang kekantor ACC Finance

Hal ini pun sempat memanas dan terjadi adu mulut antara Damiri dengan sekelompok Matel tersebut, sehingga akhirnya mobil Sigra yang dikendarainya di tahan sekelompok orang tersebut

Diketahui mobil Daihatsu Sigra tahun 2024 yang dikendarainya tersebut, saat menunggak angsuran sudah didatangi oleh pegawai dari ACC Finance Kantor Cabang Serang dan sudah sepakat tunggakan angsuran tersebut akan di bayar selambatnya pada tanggal 17 November 2024.

Mobil tersebut atas nama istrinya dan sudah masuk angsuran 5 (lima) bulan, yang tertunggak angsuran ke 6 (enam) jalan ke 7 (tujuh).

Dengan menunjukan itikad baik Damiri dan istrinya pada Sabtu 16 November 2024, mendatangi kantor Cabang ACC Finance Serang, dengan membawa uang untuk membayar 2 (dua) bulan tunggakan, dan ditemui pegawai bernama Zen.

Pihak ACC Finance yang disampaikan Zen, menyampaikan bahwa apabila unit ingin dikembalikan maka debitur (istri Damiri-red) harus membayar seluruh sisa angsuran atau kendaraan tersebut minta untuk dilunasi

Tentu hal ini sangat memberatkan Damiri dan istrinya selaku debitur, akhirnya Damiri minta kebijakan dan keringan dari pihak ACC finance, dan keluar pernyataan dari Zen untuk membayar 3 (tiga) bulan angsuran serta biaya penangan sebesar Rp. 25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah), yang akan dibayarkan pada pihak eksternal (Matel).

Damiri dan istri tidak menyanggupi dengan nominal biaya penanganan yang di minta, dan akhirnya Damiri diminta untuk datang kembali pada hari Senin 18 November 2024, karena Zen akan menyampaikan dulu hasil pertemuan tersebut ke pimpinan.

Terpisah Ketua ormas Laskar Merah Putih Markas Cabang Kabupaten Lebak Iyan Kusyandi Wijaya pada awak media mengatakan, " Jumat malam saya menerima telpon dari warga Lebak yang meminta dibantu dengan menyampaikan bahwa mobilnya tadi sore di sekitar jalan Raya Munjul Tigaraksa Tangerang di berhentikan dan di tarik oleh Matel dan saat ini kendaraan ada di Kantor ACC Finance di sekitar BSD".

Lanjut Ketua LMP Macab Lebak yang akrab di sebut Iyan Baduy, yang bersangkutan menceritakan kronologi kejadian dan memberikan rekaman video saat kejadian, tampak terlihat debt colector bergaya preman dan terkesan arogan dengan perkataannya sampai ada perkataan mau mukul pada Damiri, sempat di lerai security tampak dalam video tersebut

Iyan menambahkan, dirinya memberi masukan kepada debitur untuk datang terlebih dahulu ke Kantor ACC Finance dan memusyawarahkan hal tersebut agar ada solusi, dan pada saat Damiri beserta istrinya berada di ACC Finance, Iyan pun sempat berbicara dengan pegawai bernama Zen melalui sambungan seluler, agar ada win win solution tanpa adanya pihak yang dirugikan, ucap Iyan.

Iyan tegaskan, apabila dengan cara musyawarah tidak ada titik temu bahkan ada dugaan memberatkan debitur maka sebagai lembaga sosial kontrol LMP Macab Lebak akan turun ke kantor ACC Finance melakukan pendampingan pada debitur, serta melakukan tindakan dan mengambil langkah-langkah yang di anggap perlu sampai tuntas sesuai dengan ketentuan yang berlaku, terutama terkait penarikan paksa di jalan. Pungkas Iyan.

(Red)