- Pengadilan Tinggi Diminta Tegas Usut Hakim Subai,Putusan Prapid 41 Melanggar Aturan
- Memperingati Hari Kartini, LMP Mada Banten Gelar Fashion Show, Wujudkan Semangat Emansipasi Srikandi
- Kronis, Penerangan Jalan Provinsi Mati Sudah Sepuluh Tahun, Komponen Dicuri Dishub Provinsi Banten Tidak Bertindak.
- Dugaan Pelanggaran Rangkap Jabatan, PNS Aktif Jadi Perangkat Desa, Melanggar Aturan Negara, Bupati Diminta Turun Tangan.
- Diduga Pelaksana Proyek Galian Tanah, Abaikan Janji Uang Konpensasi Pada Penggarap Yang Tanahnya Digali.
- Jaga Stamina dan Kesiapan Tugas, Bag SDM Polres Lebak Gelar Tes Kesamaptaan Jasmani Periodik Semester I Tahun 2026
- Ketua Umum DEPA-RI, Kecam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Fakultas Hukum UI
- Diduga Seorang Oknum PNS Provinsi DKI Lakukan Penipuan, Modus Gadaikan Mobil Milik Orang Lain, Korban Akan Lapor Polisi.
- Ahli Gizi Dapur SPPG Bojong Menteng Raih Penghargaan Nasional, Harumkan Nama Lebak
- Oknum Kepala SPPG Diduga Lakukan Perbuatan Asusila Di Mess Dapur MBG, Jadi Sorotan Warga
Mabes TNI Berikan Klarifikasi Terkait Tuduhan Anggota BAIS Jadi Provokator dalam Aksi Unjuk Rasa.
PEMRED : Iyan Baduy
JAKARTA - info fakta news
Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) memberikan klarifikasinya terkait tuduhan seorang Anggota Perwira Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI menjadi provokator dalam aksi unjuk rasa pada akhir Agustus 2025 lalu, Jumat (05/09/2025).
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah, menegaskan bahwa Perwira Menengah berinisial SS dengan Pangkat Mayor tersebut saat itu sedang menjalankan tugas resmi, dan bukan sebagaimana dituduhkan.
“Berita hoaks yang menyebut BAIS TNI sebagai provokator jelas tidak benar. Foto dan Video yang beredar di media sosial telah dipelintir narasinya.
Fakta yang sebenarnya sudah kami sampaikan, dan itu murni hoaks,” ujar Freddy dalam konferensi persnya, di Gedung Mabes TNI, Jumat (05/09/2025).
Menurut Freddy, narasi keliru tersebut sangat berbahaya karena dapat menimbulkan kesalah pahaman antara Aparat dan Masyarakat, bahkan bisa memicu gesekan antara TNI dan Polri. Ia pun menegaskan bahwa Mayor SS benar merupakan Personel BAIS TNI, namun tidak pernah ditangkap Polisi maupun melakukan provokasi.
“Foto yang beredar di media sosial memang benar Anggota BAIS TNI. Yang salah adalah narasinya. Disebut ditangkap Polri, lalu dituduh provokator. Itu tidak benar,” tegasnya.
Lebih lanjut, Freddy memaparkan kronologi kejadian. Mayor SS bersama Empat Anggotanya sedang bertugas melakukan pemantauan di kawasan Fly Over Slipi, Jakarta Barat, pada 28 Agustus 2025 lalu. Mereka melaksanakan fungsi Intelijen dengan deteksi dini dan cegah dini terhadap potensi ancaman.
“Personel BAIS TNI memang ditugaskan di titik-titik rawan untuk memonitor situasi. Pada saat terjadi kericuhan, mereka tetap menjalankan tugas hingga malam hari.
Jadi tidak ada penangkapan sebagaimana diberitakan,” jelas Freddy.
Freddy menegaskan bahwa seluruh proses pengawasan yang dilakukan BAIS sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian. Dengan penjelasan ini, Mabes TNI berharap isu yang berkembang di masyarakat dapat diluruskan sehingga tidak menimbulkan konflik baru.
(Red)






