- Pengadilan Tinggi Diminta Tegas Usut Hakim Subai,Putusan Prapid 41 Melanggar Aturan
- Memperingati Hari Kartini, LMP Mada Banten Gelar Fashion Show, Wujudkan Semangat Emansipasi Srikandi
- Kronis, Penerangan Jalan Provinsi Mati Sudah Sepuluh Tahun, Komponen Dicuri Dishub Provinsi Banten Tidak Bertindak.
- Dugaan Pelanggaran Rangkap Jabatan, PNS Aktif Jadi Perangkat Desa, Melanggar Aturan Negara, Bupati Diminta Turun Tangan.
- Diduga Pelaksana Proyek Galian Tanah, Abaikan Janji Uang Konpensasi Pada Penggarap Yang Tanahnya Digali.
- Jaga Stamina dan Kesiapan Tugas, Bag SDM Polres Lebak Gelar Tes Kesamaptaan Jasmani Periodik Semester I Tahun 2026
- Ketua Umum DEPA-RI, Kecam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Fakultas Hukum UI
- Diduga Seorang Oknum PNS Provinsi DKI Lakukan Penipuan, Modus Gadaikan Mobil Milik Orang Lain, Korban Akan Lapor Polisi.
- Ahli Gizi Dapur SPPG Bojong Menteng Raih Penghargaan Nasional, Harumkan Nama Lebak
- Oknum Kepala SPPG Diduga Lakukan Perbuatan Asusila Di Mess Dapur MBG, Jadi Sorotan Warga
Miris, Sopir Ambulans Desa Pagintungan, Honor nya Selama 3 Tahun Bekerja Belum Dibayarkan
PEMRED : Iyan Baduy
SERANG - info fakta news
Sungguh malang nasib Muslik, sopir Ambulans Desa yang sudah bekerja selama 3 tahun, tetapi belum menerima honor sepeserpun.
Padahal dalam melaksanakan tugas ia tak kenal waktu, semua dikerjakan dengan penuh rasa tanggung jawab.
Dalam melakukan pelayanan terhadap warga desa yang sedang sakit, ia melakukan dengan penuh tanggung jawab dan tidak meminta imbalan apapun juga.
Baik dari warga yang sakit, dan ia antarkan ke rumah sakit maupun keluarganya.
Setiap mengantar warga yang sakit di rujuk ke rumah sakit, ada harap dari dirinya, sepulangnya nanti akan menerima honor dari Desa.
“Setiap kali mesin ambulans dinyalakan, saya cuma bisa berharap. Mungkin hari ini honor itu datang. Tapi sampai sekarang belum juga,” ucap Muslik, dengan suara penuh harap.
Muslik bukan tak pernah bertanya. Kepada Kepala Desa, ia sudah berkali-kali menyampaikan. Tapi jawaban yang datang tak pernah pasti. Padahal, sesuai aturan, honor itu seharusnya cair setiap tiga bulan dari Anggaran Dana Desa (ADD).
“Saya jalan terus karena ini soal nyawa orang. Tapi saya juga manusia, Bang. Saya punya anak, saya butuh makan,” ucapnya dengan wajah sedih.
Kisah Muslik bukan sekadar soal gaji yang tak dibayar. Ini adalah potret buram bagaimana petugas lapangan yang bekerja di garis depan bisa begitu mudah diabaikan oleh sistem.
Walau sudah 3 tahun tidak bayar honornya, tetapi Muslik terus mengabdikan diri pada masyarakat desa Pagintungan yang membutuhkan pertolongan itu semata sebagai rasa tanggung jawab dirinya.
Dan rasa ingin membatu semampu mungkin terhadap sesama yang membutuhkan bantuan.
Terpisah saat di konfirmasi Plt. Camat Jawilan melalui pesan whatsApp Usman S.Pd, belum memberikan jawaban.
Sampai berita ini terbit sedang mengupayakan konfirmasi dengan kepala Desa Pagintungan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang.
(Red)






