- Pengadilan Tinggi Diminta Tegas Usut Hakim Subai,Putusan Prapid 41 Melanggar Aturan
- Memperingati Hari Kartini, LMP Mada Banten Gelar Fashion Show, Wujudkan Semangat Emansipasi Srikandi
- Kronis, Penerangan Jalan Provinsi Mati Sudah Sepuluh Tahun, Komponen Dicuri Dishub Provinsi Banten Tidak Bertindak.
- Dugaan Pelanggaran Rangkap Jabatan, PNS Aktif Jadi Perangkat Desa, Melanggar Aturan Negara, Bupati Diminta Turun Tangan.
- Diduga Pelaksana Proyek Galian Tanah, Abaikan Janji Uang Konpensasi Pada Penggarap Yang Tanahnya Digali.
- Jaga Stamina dan Kesiapan Tugas, Bag SDM Polres Lebak Gelar Tes Kesamaptaan Jasmani Periodik Semester I Tahun 2026
- Ketua Umum DEPA-RI, Kecam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Fakultas Hukum UI
- Diduga Seorang Oknum PNS Provinsi DKI Lakukan Penipuan, Modus Gadaikan Mobil Milik Orang Lain, Korban Akan Lapor Polisi.
- Ahli Gizi Dapur SPPG Bojong Menteng Raih Penghargaan Nasional, Harumkan Nama Lebak
- Oknum Kepala SPPG Diduga Lakukan Perbuatan Asusila Di Mess Dapur MBG, Jadi Sorotan Warga
Viral di Medsos, Video Seorang Lelaki Setengah Bugil Di Acara Hajat Adat, Jadi Kecaman Warganet.
PEMRED : Iyan Baduy
SUKABUMI - info Fakta news
Viral di media sosial, sebuah video yang memperlihatkan seorang laki-laki setengah bugil di tengah acara hajatan di lingkungan Kasepuhan Ciptagelar menuai sorotan publik.
Kejadian tersebut dinilai sangat tidak pantas dan bertentangan dengan norma adat serta nilai kesopanan yang dijunjung tinggi oleh masyarakat kasepuhan Ciptagelar Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat.12/04/2026.
Sebagai salah satu kampung adat yang masih kuat menjaga tradisi leluhur, Kasepuhan Ciptagelar dikenal dengan kearifan lokal, tata krama, serta aturan adat yang ketat.
Oleh karena itu, munculnya peristiwa tersebut diduga mencederai marwah dan kehormatan lingkungan adat.
Dalam video yang beredar, tampak seorang pria berperilaku tidak pantas di tengah acara yang seharusnya berlangsung sakral dan penuh nilai adat.
Kejadian ini pun memicu beragam reaksi dari masyarakat, mulai dari rasa prihatin hingga kecaman terhadap tindakan yang dianggap mencoreng nilai budaya dan kearifan lokal.
Sejumlah warganet menyayangkan insiden tersebut, mengingat Kasepuhan Ciptagelar dikenal sebagai wilayah adat yang menjunjung tinggi norma, tradisi, dan etika.
Banyak pihak berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali, serta adanya perhatian dari pihak terkait untuk menjaga marwah budaya dan ketertiban dalam setiap kegiatan masyarakat.
Masyarakat pun berharap adanya klarifikasi dari pihak terkait serta langkah tegas untuk menjaga ketertiban dan kelestarian nilai-nilai budaya agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Selain itu, diimbau kepada seluruh pihak untuk tetap menghormati adat istiadat yang berlaku di setiap wilayah, khususnya di lingkungan masyarakat adat.
(HKZ)






